Categories : Kisah Sukses

 

bisnis bubur ayamPeluang bisnis bubur ayam masih terbuka lebar meski penjualannya masih bisa ditemui dihampir setiap sudut kota. Bubur ayam. Makanan ini tidaklah asing bagi warga Jakarta dan sekitranya, bahkan didaerah lain.

Maklum, makanan yang bahan dasarnya beras itu kerap menjadi pengganti nasi kala orang menyantap sarapan atau makan malam. “karena sifatnya yang sama dengan makanan berat (nasi) tapi cara penyajiannya berbeda, bubur disukai masyarakat”, tutor pengamat bisnis kuliner Yuyun Aslamah pekan lalu.

Penulis buku resep beberapa masakan yang diterbitkan peneribit kondang itu mengatakan dari sisi keuntungan, bisnis bubur ayam sangat menjanjikan. Tingkat keuntungannya bisa mencapai 50-60 persen. “bahkan penjual bisa buka pagi dan sore hari”, katanya.

Adi Wijayadi, pemilik warung bubur wong cirebon, cipondoh tanggerang, senada dengan Yuyun. Menurut dia dengan keuntungan yang mencapai 50 persen atau lebih, para penjual bubur tak perlu risau bisa bubur dagangannya tidak habis.

“Asalkan dagangannya sudah terjual 50 persen, kami sudah impas, bahkan sudah untung meski sedikit” ujarnya.

Adi pun mencontohkan dirinya sendiri yang membuka usaha pada 1998. meski mengalami pasang surut dalam rentang tiga tahun keempat bisnisnya mulai menanjak. Bahkan kini dia sudah memiliki 5 cabang yang semua masih berada di wilayah tanggerang.

Dari lima cabang tersebut tak kurang dari Rp. 20-22 juta untung yang masuk ke kantong Adi. Berkat keberhasilannya tersebut bapak dua anak itu memboyong anak dan istrinya ke tanggerang. Berkat usaha bubur itu. Adi juga telah mampu membeli rumah tipe 36 meter persegi dikawasan kuta bumi tanggerang dan sebuah mobil pick up bekas.

Keberhasilan menjual bubur ayam juga dinikmati oleh subandi, 47 tahun pria asal slawi. Tegal Jawa Tengah yang berjualan bubur disekitar pusat perbelanjaan Airon, rawamangun Jakarta Timur. Ia melakoni bisnis ini Sejas 16 tahun lalu. “awalnya saya ikut orang Namur Sejas 1997 saya beranikan diri untuk membuka warung sendiri” ujarnya.

Kini subandi telah memiliki cabang yang terbesar di rawamangun, pisangan lama, jatinegara, kampung melayu, serta tebet. Menurut dia kinerja penjualan di cabang-cabang tersebut diatas rata-rata. Tak kurang dari Rp. 25-30 juta laba bersih yang dikantongi subandi.

Hanya, baik Adi maupun subandi hingga saat ini belum berniat mewaralabakan bisnisnya. Mereka berdalih masih ingin memperkuat jaringan dan menejemen. “Selama ini menejemennya seadanya saja yang penting jala. Kami bisa karena biasa.” Kata subandi.

Keduanya mewanti-wanti bagi yang ingin memulai bisnis bubur ayam ini. Tidak boleh melihat cerita suksesnya saja. Sederetan cerita pahit bahkan kegagalan juga dialami orang yang coba bisnis ini.

“tapi dengan belajar dari kegagalan itulah kita akan sukses.” Kata Adi.

Yuyun Aslamah setali tiga uang. Dia memperkirakan seperti makanan favorit lanilla. Bubur ayam akan semakin digemari, maklum tingkat pendapatan masyarakat yang semakin membaik. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi juga mendorong bertambahnya konsumsi.

Tiga Kunci keberhasilan Bisnis Bubur Ayam

Menekuni bisnis bubur ayam sejatinya tak berbea jauh dengan bisnis lainnya. Namun, karena sifat makanan inin yang khas, pelayanan yang diberikan kepada pelanggan juga harus berbeda. Menurut pengmat kuliner Yuyun Aslamah, sebenarnya bubur termasuk kategori makanan berat. Tapi makanan ini juga diminati mereka yang tidak ingin makan nasi saat sarapan atau makan malam. ”karena itu, cara penyajian, cita rasa, lokasi usaha, sampai segmen konsumen yang dibidik harus pas,” katanya

Dia menyarankan bubur yang dijajakan harus memiliki rasa khas, bahkan berbeda dengan gerai lainnya. Lokasi tempat berjualan sebaiknya tidak berdekatan dengan perumahan, tapi perkantoran atau pusat belanja. “segmen pasar yang dibidik sebaiknya pekerja atau orang yang tengah berbelanja,” ujarnya. Artinya lokasi, pilihan segmen pembeli, dan cita rasa menjadi tiga kunci utama menuju keberhasilan. Ada baiknya melakukan survei ke beberapa penjual bubur yang ramai pembeli untuk mendapatkan gambaran cita rasa, harga, penyajian, lokasi, serta profil pembeli.

Hitungan laba bisnis bubur ayam bagi pemula

I. investasi

  1. gerobak : RP. 2.500.000
  2. Tenda, kursi dan meja : Rp. 2.500.000
  3. peralatan masak : Rp. 2.000.000
  4. Sewa tempat per tahun : Rp. 4.000.000

II. Biaya Operasi per bulan :

  1. pembelian bahan baku
    (beras 150 liter) : Rp. 900.000
  2. Daging ayam : Rp. 2.000.000
  3. bumbu dan lainnya : Rp. 1.000.000
  4. Elpiji : RP. 400.000
  5. Kotak Styrofoam
    untuk bungkus : Rp. 600.000
  6. Gaji karyawan : Rp. 1.000.000
  7. Listrik, kebersihan, dan keamanan : Rp. 300.000

Total biaya operasi Rp. 6.200.000

III Pendapatan

  1. Bubur = 70 porsi x Rp. 7.000 x 30
    : Rp. 14.700.000
  2. Sate = 100 tusuk x Rp. 1000 x 30
    : Rp. 3.000.000

    Total Pendapatan Rp. 17.700.000

Laba :
17.700.000 – 6.200.000 = Rp. 11.500.000

  • pendapatan belum menghitung pemasukan dari minuman karena sebagian besar pembeli meminta minuman air tawar
  • bila setiap bulan menyisihkan 5.000.000, investasi bisnis bubur ayam akan kembali dalam waktu dua bulan

Tags :

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked by *.