Categories : Peluang Bisnis

 

usaha bebek gorengPotensi pasar usaha bebek goreng dalam bentuk warung memang masih besar meski banyak warung bertebaran. Kesempatan berusahanya pun terbuka lebar. Sebab, bisnis makanan memang tidak kenal krisis. “dibanding menú asing, sejatinya menú khas lokal jauh lebih menarik,” ujar pensihat waralaba dan lisensi Indonesia Amir Karamoy kepada detik.

Menurut dia, tren pertumbuhan bisnis makanan mengikuti perkembangan perekonomian. Walhasil, bila saat ini ekonomi tumbuh, potensi semakin besar. “Karena meningkatnya daya beli selalu di iringi dengan kenaikan konsumsi,” tuturnya.

Namur, meski potensi besar, tetap memerlukan kecermatan strategi. Sebab, selain banyak pesaing, bisnis makanan harus bisa menonjolkan promosi yang bisa memikat selera orang. “Maklum urusan makan adalah urusan selera.” Kata Iswantari Suwarman, pengamat kuliner tradisional.

Artinya kualitas cita rasa saja belum cukup, selain harus menempati lokasi yang strategis, warung makan tak terkecuali bebkek goreng harus memiliki kekhasannya.

Karena itu Iswantari melanjutkan, calon pengusaha harus banyak menggali informasi setelah itu sebaiknya menggunakan istilah yang mudah di ingat, masuk akal, serta memikat selera.

“Misalnya sambar goreng Sambal korek tribuwana Tunggadewi salah satu ratu majapahit, atau sambal khas mataram.” Ujarnya.

JAKARTA-bebek goreng dan pecel lele tidak lagi asing di telinga masyarakat. Kedai atau warungnya pun bertebaran dimana-mana. Maklum para pedagang yang menjajakkannya menyebutkan keuntungan usaha makanan tersebut cukup menggiurkan.

Lantas akankah peluang usaha ini sudah tertutup bagi mereka yang ingin memulai usaha? “sama sekali belum, karena potensi makanan ini masih terbuka lebar,” Ujar Dimar Tunggul Panuju, pemilik sekaligus pengelola jaringan waralaba warung bebek Rahminten, Lamongan, Jawa timar saat dihubungi kemaren.

Dia menyodorkan bukti, peminat waralaba restoran yang ia dirikan pada 2006 itu hingga kini terus membludak. Peminat berasal dari Madang, Surabaya dan kota besar lanilla. “Omzet mereka rata-rata per bulan Rp. 60 Juta dengan keuntungan 40-50 persen,” ujarnya.

Gurihnya keuntungan bisnis makanan ini juga diakui oleh anas subagio, pemilik warung raja bebek goreng sambal ijo di kawasan petukangan, Yakarta selatan, menurut anas, dengan banderol Rp 14-20 ribu per porsi, ia mampu mensual rata-rata 80 porsi tiap hari.

“Sehingga omzet usaha bebek gorengnya Rp. 1,25-1,6 juta. Keuntungannya ya Kira-kira 40-45 persen,” tuturnya.


Tags :

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked by *.