Peluang Bisnis Untuk Ibu Rumah Tangga

Peluang Bisnis Untuk Ibu Rumah Tangga

RoketBisnis.com – Bisnis adalah merupakan salah satu jalan tercepat dalam meraih sebuah kesuksesan dalam bidang finansial, tetapi sebuah bisnis haruslah mempunyai sebuah landasan yang baik dan benar dan salah satunya adalah dengan keahlian melihat sebuah peluang menjadi sebuah usaha yang menjanjikan keuntungan yang menggiurkan. Di era jaman seperti sekarang, dimana pria dan wanita masing-masing memiliki porsi dan hak yang sama dalam membantu perekonomian keluarga, membuat banyak ibu rumah tangga haruslah lihai dan pintar melihat sebuah peluang usaha untuk dilakukan dan berpotensi menjadi pundi-pundi ekonomi bagi keluarga.
Peluang Bisnis Untuk Ibu Rumah TanggaIbu rumah tangga yang memulai sebuah bisnis rumahan dengan modal yang minim sudah sepatutnya tidak diremehkan sebab banyak bisnis yang dimulai dari skala rumahan yang telah berhasil menjadi sebuah bisnis dengan omzet jutaan bahkan milyaran, maka tidak mengherankan banyak ibu rumah tangga mulai berpikir untuk memulai bisnis skala rumahan dimana bisnis tersebut dapat mereka lakukan tanpa keluar rumah dan meninggalkan kewajiban mereka sebagai ibu rumah tangga tetapi sekaligus dapat membantu suami untuk menyokong ekonomi rumah tangga.

Bagi anda para ibu rumah tangga yang ingin memulai bisnis, berikut beberapa bisnis untuk ibu rumah tangga yang dapat anda mulai untuk mengisi waktu luang anda dan memanfaatkan keahlian yang mungkin anda miliki, sebagai berikut :

Bisnis MLM Produk Kosmetik
Kosmetik dan wanita adalah sebuah perpaduan yang sudah lazim bagi para ibu rumah tangga, dimana para wanita sangat erat kaitannya dengan kosmetik sebagai perawatan diri dan juga untuk mempercantik diri tidak terkecuali untuk para wanita yang berkarier maupun para ibu rumah tangga. Maka tidak salahnya untuk mengisi waktu luang anda memanfaatkan jaringan penjualan kosmetik yang sedang ramai digeluti oleh para ibu rumah tangga dengan menjanjikan keuntungan yang menggiurkan. Dengan bergabung sebuah jaringan kosmetika, maka selain anda dapat mempercantik diri anda juga dapat menambah pemasukan ekonomi keluarga dengan turut memasarkan kosmetik tersebut para teman-teman, keluarga, dan tetangga.

Bisnis Makanan/ Kuliner
Pastinya seorang ibu rumah tangga identik dengan keterampilan memasak dimana banyak ibu rumah tangga menganggap memasak adalah sebuah kegemaran. Nah, bagi anda ibu rumah tangga yang gemar dan ahli memasak, anda dapat menambah pundi-pundi pemasukan untuk keluarga anda dengan membuat sebuah bisnis makanan bagi orang-orang yang membutuhkan makanan tetapi tidak memiliki waktu untuk membuatnya sendiri dirumah seperti para karyawan, pegawai, anak kuliah, dan sebagainya. Dengan menjajakan menu makanan yang lezat, maka dijamin bisnis anda akan semakin berkembang dari rumor yang beredar dari mulut ke mulut. Untuk memulainya pun, modal yang dibutuhkan pun tidak terlalu banyak, dan dapat anda mulai dengan ruangan kecil didepan atau didalam rumah anda.

Bisnis Kerajinan Tangan
Sebuah bisnis yang mengandalkan keterampilan dan keahlian tangan anda dalam membuat sebuah kerajinan tangan yang cantik dan indah pun dapat menjadi sebuah peluang bisnis yang menggiurkan dimana keahlian dan keterampilan dapat anda pelajari dari berbagai pelatihan dan pendidikan maupun belajar secara otodidak.

Sekian informasi bisnis kami mengenai Peluang Bisnis Untuk Ibu Rumah Tangga, semoga dapat berguna dan bermanfaat bagi anda yang ingin memulai bisnis. Terima kasih.

Baca juga informasi bisnis dan usaha kami lainnya mengenai Bisnis Rumahan untuk Ibu Rumah Tangga

Bisnis Rumahan untuk Ibu Rumah Tangga

Bisnis Rumahan untuk Ibu Rumah Tangga

RoketBisnis.com – Pada zaman perkembangan ekonomi seperti sekarang ini, sebuah bisnis adalah cara tepat untuk meraih kesuksesan dalam bidang finansial dimana bisnis memiliki potensi yang sangat luar biasa di Indonesia mengingat jumlah penduduk Indonesia yang telah mencapai lebih dari 200 juta jiwa dan belum lagi apabila sebuah bisnis telah berhasil memasuki pangsa pasar luar negeri yang tentunya akan membuat bisnis akan berkembang dengan pesat dengan menjanjikan keuntungan yang menggiurkan.
Bisnis Rumahan untuk Ibu Rumah TanggaTetapi kebanyakan pola pikir masyarakat Indonesia hingga saat ini masih memilih untuk menjadi pekerja baik itu bergabung dengan pemerintahan sebagai PNS, Polri, maupun TNI maupun bekerja sebagai karyawan swasta seperti pegawai bank, dosen, dan sebagainya yang tentunya hal tersebut tetap merupakan pilihan yang baik tetapi dengan sebuah bisnis anda dapat mencapai kesuksesan lebih cepat dibandingkan sebagai pekerja asalkan dilakukan dengan benar dan perencanaan yang matang.

Saat ini sebuah bisnis dapat dirintis dan dibangun siapa saja bahkan seorang ibu rumah tangga yang merintis usahanya dari rumah dimana bisnis rumahan untuk ibu rumah tangga pun tidak dapat di remehkan sebab banyak ibu rumah tangga yang telah berhasil membantu suami dalam menyokong perekonomian keluarga bahkan banyak bisnis besar  pun berhasil menapaki tangga kesuksesan bermula dari sebuah bisnis rumahan.

Nah, bagi anda para ibu rumah tangga yang ingin memulai bisnis rumahan dapat segera memulai walaupun dengan modal minim sekalipun yang jelas skill atau keahlian telah dipunyai untuk mendukung bisnis rumahan yang hendak anda jalankan di rumah. Bagi anda yang berminat memulai bisnis rumahan untuk ibu rumah tangga, berikut beberapa bisnis rumahan yang dapat anda mulai dari rumah sebagai berikut :

Bisnis Makanan/Kuliner
Bisnis makanan atau kuliner memang tidak ada pernah matinya dilirik sebagai peluang bisnis yang menjanjikan, dimana setiap orang pastinya gemar mencicipi makanan yang lezat dan nikmat tetapi tidak semua orang mempunyai banyak waktu untuk membuatnya sendiri dirumah, maka bagi anda ibu rumah tangga yang mempunyai keahlian atau hobi memasak, peluang bisnis rumahan dalam bidang makanan dan kuliner dapat anda mulai dari rumah dengan modal yang minim dan dapat memanfaat ruang kecil di rumah anda dengan menjajakan makanan berat, hingga kue-kue yang lezat.

Bisnis Menjahit/Taylor
Banyak ibu rumah tangga di Indonesia memiliki keahlian yang satu ini yakni menjahit baik secara tradisional maupun dengan menggunakan mesin, dan tentunya akan sangat disayangkan apabila keahlian tersebut tidak dipergunakan secara profersional untuk membantu perekonomian keluarga dengan memaksimalkan keahlian menjahit anda menjadi sebuah keterampilan yang layak untuk dibayar oleh para konsumen anda nantinya baik dengan pendidikan atau latihan lebih lanjut menggunakan peralatan mesin jahit. untuk memulai bisnis ini, sebagai permulaan anda dapat mulai dari teman-teman terdekat, tetangga dan keluarga dimana media marketing anda nantinya akan berlanjut dari mulut ke mulut.

Usaha Laundry/Cuci Pakaian
Bisnis laundry atau cuci pakaian adalah salah satu kegiatan bisnis yang sedang marak banyak dilirik sebagai bisnis rumahan yang sangat menjanjikan mengingat bisnis rumahan seperti laundry ini banyak dibutuhkan oleh masyarakat perkotaan yang membutuhkan jasa seperti ini karena waktu yang terbatas untuk mengurusi pakaian mereka yang kotor sehingga akan lebih mudah untuk membawa pakaian mereka ke jasa laundry.  Bagi ibu rumah tangga, tentunya pekerjaan dibidang cuci pakaian tentunya sudah tidak asing lagi dimana anda memanfaat waktu kosong anda sebagai peluang bisnis rumahan yang menjajikan untuk membantu perekenomian keluarga.

Itulah beberapa Bisnis Rumahan untuk Ibu Rumah Tangga yang dapat anda manfaatkan bagi anda yang menginginkan sebuah income atau pendapatan dari sebuah skill atau keahlian yang mungkin telah anda miliki selama ini dan ternyata jika dikelola dengan baik dan benar, maka dapat menjadi pundi-pundi pemasukan untuk keluarga anda. Terima kasih.

Baca juga informasi bisnis dan usaha kami lainnya mengenai Bisnis Bengkel Sepeda Motor masih memiliki Potensi Pasar Besar

Bisnis Bengkel Sepeda Motor masih memiliki Potensi Pasar Besar

bisnis bengkel sepeda motor

Sejumlah kalangan yakin banyak peluang usaha pada 2013 atau tahun ular air, tidak terkecuali usaha skala kecil dan menengah. Salah satu jenis usaha kecil tersebut adalah bisnis bengkel sepeda motor.

bisnis bengkel sepeda motorBeberapa pelaku usaha ini mengatakan pertumbuhan jumlah kendaraan roda dua ditanah air yang terus meningkat menjadi indikasi besarnya pangsa pasar. Memang berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motoer Indonesia rata-rata penjualan motor di Indonesia per tahun mencatat 6.5-7 juta unit.

Dengan jumlah sepeda motor sebanak 60-70 juta unit, peluang jasa perbaikan dan perawatam tentu juga besar, “kata pemilik dan pengelola Motocare, jaringan bisnis bengkel sepeda motor asal pegatot, Bandung jawa barat, Efan Medisa saat dihubungi Belum lama ini.

Menurut Efan, meski saat ini jumlah bengkel menjamur, hal itu bukan berarti ceruk pasarnya mengecil. Sebab, efan melanjutkan, kondisi kendaraan yang digunakan masyarakat saban hari juga terus berubah.

“terlebih dikota besar dengan kondisi jalanan yang macet, tingkat penurunan kondisi dan keausan componen Cepat terjadi,” ujarnya.

Pendapat serupa diungkapkan oleh Alif Ghozali, Pemilik JavaMotor, Larangan, Tanggerang, Banten. Menurut dia prospek bisnis bengkel sepeda motor masih cukup menjanjikan seiring dengan pertumbuhan kendaraan.

Bahkan, kata alif, usaha ini berpotensi menbuka jenis usaha baru bila pengelola serius mengembangkannya. Caranya, kata dia, jenis jasa yang disediakan tidak hanya perbaikan dan perawatan, tapi juga penjualan suku Cadang dan jasa lain.

“Modifikasi dan pembuatan componen lain, seperti knalpot”, tuturnya.

Untuk memulai usaha ini juga tidak membutuhkan investasi dana yang cukup besar, hanya 25-30 juta diluir sewa tempat. Dari dana tersebut, Rp. 5 Juta digunakan untuk pembelian compresor dan sisanya untuk pembelian suku cadang fase moving atau suku cadang yang paling banyak dibutuhkan.

“Pengalaman saya dalam waktu setahun sudah balik modal.” Kata dia.

Berbeda dengan alif, Efan menawarkan kemitraan melalui waralaba dengan investasi Rp. 50 Juta. Investor akan mendapatkan peralatan bengkel lengkap dan Sian beroperasi setelah mendapatkan pelatihan untuk menyamakan Standard pelayanan.

Efan memperkirakan omzet yang dibukukan bengkel jaringannya bisa mencapai Rp 40 juta perbulan, walhasil dengan keuntungan 15-20, dalam waktu satu tahun sudah kembali.

Jenis jasa bengkel lain yang cukup banyak diminati investor adalah bengkel modifikasi. Maklum, meski tak sebesar bengkel umum, consumen bengkel ini umumnya membelanjakan dana dalam jumlah yang cukup besar.

Setidaknya itulah pengakuan Sudiarto, pemilik Glory & Victory, kebon nanas, Tanggerang. Menurut Nuryanto, yang memberi layanan modifikasi bodi sepeda motor dengan menggunakan fiber, rata-rata omzet perbulan yang dibukukan mencapai Rp. 18 Juta untuk sembilan sepeda motor.

Memeras Untung Dari Bisnis Laundry

Bisnis laundry atau juga disebut bisnis binatu, kini banyak bermunculan bak cendawan dimusim hujan meski begitu, banyak yang menyakini potensi pasar jasa cuci pakaian dan setrika itu masih besar. Kuncinya tepat memilih segmen dan lokasi.

Memeras Untung Dari Bisnis Laundry

Theresia Yuni Astuti, pemilik Bunga Arum, perusahaan laundy di Tangerang, Banten misalnya “Jakarta dan sekitarnya masih menjadi lahan yang sangat besar bisnis ini,” katanya remaren.

Menurut dia, dengan jumlah penduduk tangerang dan Jakarta sekitar 11 juta jiwa atau sekitar 3.2 juta keluarga. Jasa laundry tak bakal kekurangan pelanggan. Pun bila sebuah perusahaan beroperasi hanya dilingkungan tingkat rukun warga. “rata-rata satu RW terdiri atas 100-150 keluarga,” ujarnya.

Dengan asumsi dalam sehari, disebuah keluarga minimal terdapat cucian 1 KG. Dilingkungan itu terdapat 100-150 Kg yang dikerjakan jasa laundry, itu sudah cukup menguntungkan perusahaan.

Perhitungan serupa diungkapkan Windiati Suratno, agen waralaba sebuah perusahaan laundry dikawasan ciledug tanggerang. Windi yang menjadi agen sebuah perusahaan laundry dikawasan metropolitan Land. Cikokol, tanggerang, saban hari menerima order tak kurang dari 40-50 baju, “Kami mamang hanya menerima cucian per buah,” katanya.

Dengan jumlah pesanan sebanyak itu, windi mengaku sudah bisa menutup biaya operasional meski keuntungan yang diraupnya terbilang tipis, “Bisalah untuk tamabh-tambah kebutuhan,” ucapnya.

Menurut Yuni dan Windi, pelanggan terbanyak mereka selain pasangan rumah tangga usia muda, para karyawan toko yang masih kos atau mengontrak rumah, selain itu hotel dan restaurant yang mencuci gorden, seprei, handuk, hingga taplak kerap menggunakan jasa mereka.

Menurut Styaning Haraynti, pemerhati usaha kecil dan menengah, bisnis laundry sebenarnya usaha yang tahan krisis. “apalagi di kota yang warganya sibuk,” ujarnya.

Hanya, kata dia, untuk menekuni bisnis ini juga diperlukan strategi yang tepat, kuncinya kejelian memilih target pasar, layanan dan lokasi. Bila segmen pekerja atau rumah tangga, salah satu pilihannya beroperasilah dilokasi mereka berada.

Lakukan inovasi, misalnya, ada layanan kilat dua jam atau satu hari selesai, jangan memberi diskon bila tidak ada pesaing,” katanya.

Perhitungan Bisnis Laundry

  • Investasi
    • Satu unit mesin cuci dan pengering Rp. 30 Juta
    • Dengan menyisihkan Rp. 1 Juta perbulan dari keuntungan bersih untuk pengembalian mesin cuci dan pengerin, maka modal kembali dalam 30 bulan.
  • Pemasukan
    • Sehari 50 Kg
    • Tarif Rp. 6000 Per Kg.
    • Total Sebulan Rp. 6000×50 kg x30 hari = Rp. 9 Juta
  • Pengeluaran
    • Gaji 3 Pegawai @Rp. 800 ribu= Rp. 2.5 Jt
    • Listrik, air, telepon = Rp. 900 Ribu
    • Sabun, pewangi, pelembut = Rp. 1.3 Juta
    • Brosur untuk promosi = Rp. 400 ribu
    • Sewa ruko perbulan = Rp. 500 Ribu
    • Total Pengeluaran = Rp. 5.5 Juta
  • Keuntungan
    • Rp. 9 Juta -5.5 juta = 3.5 Juta

Menikmati ‘Gurih’nya Usaha Bebek Goreng

usaha bebek goreng

usaha bebek gorengPotensi pasar usaha bebek goreng dalam bentuk warung memang masih besar meski banyak warung bertebaran. Kesempatan berusahanya pun terbuka lebar. Sebab, bisnis makanan memang tidak kenal krisis. “dibanding menú asing, sejatinya menú khas lokal jauh lebih menarik,” ujar pensihat waralaba dan lisensi Indonesia Amir Karamoy kepada detik.

Menurut dia, tren pertumbuhan bisnis makanan mengikuti perkembangan perekonomian. Walhasil, bila saat ini ekonomi tumbuh, potensi semakin besar. “Karena meningkatnya daya beli selalu di iringi dengan kenaikan konsumsi,” tuturnya.

Namur, meski potensi besar, tetap memerlukan kecermatan strategi. Sebab, selain banyak pesaing, bisnis makanan harus bisa menonjolkan promosi yang bisa memikat selera orang. “Maklum urusan makan adalah urusan selera.” Kata Iswantari Suwarman, pengamat kuliner tradisional.

Artinya kualitas cita rasa saja belum cukup, selain harus menempati lokasi yang strategis, warung makan tak terkecuali bebkek goreng harus memiliki kekhasannya.

Karena itu Iswantari melanjutkan, calon pengusaha harus banyak menggali informasi setelah itu sebaiknya menggunakan istilah yang mudah di ingat, masuk akal, serta memikat selera.

“Misalnya sambar goreng Sambal korek tribuwana Tunggadewi salah satu ratu majapahit, atau sambal khas mataram.” Ujarnya.

JAKARTA-bebek goreng dan pecel lele tidak lagi asing di telinga masyarakat. Kedai atau warungnya pun bertebaran dimana-mana. Maklum para pedagang yang menjajakkannya menyebutkan keuntungan usaha makanan tersebut cukup menggiurkan.

Lantas akankah peluang usaha ini sudah tertutup bagi mereka yang ingin memulai usaha? “sama sekali belum, karena potensi makanan ini masih terbuka lebar,” Ujar Dimar Tunggul Panuju, pemilik sekaligus pengelola jaringan waralaba warung bebek Rahminten, Lamongan, Jawa timar saat dihubungi kemaren.

Dia menyodorkan bukti, peminat waralaba restoran yang ia dirikan pada 2006 itu hingga kini terus membludak. Peminat berasal dari Madang, Surabaya dan kota besar lanilla. “Omzet mereka rata-rata per bulan Rp. 60 Juta dengan keuntungan 40-50 persen,” ujarnya.

Gurihnya keuntungan bisnis makanan ini juga diakui oleh anas subagio, pemilik warung raja bebek goreng sambal ijo di kawasan petukangan, Yakarta selatan, menurut anas, dengan banderol Rp 14-20 ribu per porsi, ia mampu mensual rata-rata 80 porsi tiap hari.

“Sehingga omzet usaha bebek gorengnya Rp. 1,25-1,6 juta. Keuntungannya ya Kira-kira 40-45 persen,” tuturnya.

Usaha Bakso – Pemain Silih berganti Pasar Tak Pernah Sepi

usaha baksoJAKARTA – Usaha bakso memang telah dikenal dimasyarakat. Tempat penjualannya pun tersebar seantero negeri ini dengan beragam wujud, mulai menggunakan gerobak keliling, gerobak sepeda atau sepeda motor, warung kaki lima, hingga restoran elite.

Meski begitu, sejumlah kalangan menilai potensi pasar bisnis bakso ini masih terbuka lebar. Setidaknya itulah keyakinan Mujiyanto, Ketua Persatuan Pedagang Mie ayam dan Bakso Jabodetabek. “Pasarnya masih sangat besar. Kalau ada (pengusaha yang tutup), itu kan wajar ada beberapa penyebab, “ tuturnya saat dihubungi kemaren.

Senada dengan Mujiyanto, Nunik Tri Wahyuni menyebutkan pasar makanan ini tidak akan jenuh seperti makanan musiman.

“Sehingga meski penjual bakso terus bertambah, bukan berarti pasarnya habis,” ujar pemilik beberapa gerai bakso di jakarta, serpong, dan cilegon itu lepada detik akhir pekan lalu.

Pernyataan serupa diungkapkan oleh Hendry Mustofa. Pemilik jeringan waralaba bakso lga sapi Surabaya saat dihubungi. Menurut dia, peluang usaha gerai bakso masih menjanjikan. “bahkan banyak pengusaha bakso yang berkembang dan membuka kesempatan kemitraan,” ujarnya.

Hendí pun menyodorkan bukti usaha yang dijalankannya, sementara pada 2011 mitra usaha baru 38 unit, pada akhir tahun lalu sudah mencapai 80 unit. “rata-rata memiliki kinerja penjualan yang bagus,” tuturnya.

Kini mitra bakso lga tersebar hingga Medan, bangka, lampung, Palembang, pekanbaru, jakarta, bogor serta yogyakarta. Bahkan peminat waralaba dengan tiga pilihan investasi, yaitu paket Rp. 45 juta paket Rp. 75 Juta dan paket Rp. 95 juta itu terus mengalir.

“Beberapa permintaan untuk bermitra telah kami proses” ujarnya.

Baik Hendi Maupun Nunik mengatakan potensi pasar masih terbuka lebar karena setidaknya ada tiga alasan. Pertama, membaiknya ekonomi masyarakat sehingga selera konsumsi, terutama pemenuhan kebutuhan protein, terus meningkat. “Membaiknya ekonomi mendorong konsumsi masyarakat,” ujar Nunik.

Kedua, mengutip data dari badan pusat statistika, nunik menyebutkan tingkat konsumsi daging orang indonesia masih rendah, yaitu sekitar 7 Kg per orang setiap tahun. “padahal malaysia sudah 47-48 Kg dan singapura 61-62 Kg,” ujarnya.

Ketiga, saat ini kesadaran masyarakat mengkonsumsi daging terus tumbuh guna memenuhi kebutuhan Gizi. Sementara itu, penyajian yang paling banyak disukai adalah bakso.

Menurut nunik, penyajian makanan dari daging yang paling banyak mengundang selera adalah bakso. “Steak atau beef burger, bagi masyarakat umum, kurang menarik selain itu harganya mahal,” kata dia.

Meski begitu menurut nunik dan mujiyanto, memulai bisnis ini tidak sulit bahkan modalnya pun tak besar, dan masa kembali investasi juga relative singkat. “Tapi kualitas cita rasa, tempat yang strategis dan rajin promosi harus dijaga.” Kata Mujiyanto.

Inovasi Menjadi Kunci

Menurut nunik dan Mujiyanto, bagi pedagang usaha bakso atau apapun, inovasi menjadi kunci keberhasilan. inovasi bukan hanya strategi promosi, tapi juga dalam penyajian dan keberagaman menu. “Misalnya, bentuk bakso yang dibuat kotak, gepeng, dan sebagainya, “ujar nunik. Begitupun  dengan cita rasa. Agar menarik selera dan minat pembeli, bakso bisa dinamai dengan bakso isi jenis isian yang dibuat sendiri. Misalnya isi keju, gading giling, serbuk daging ayam, isi sayur, dan sebaginya, “Tapi dengan harga berbeda,” tuturnya.

Sedangkan Hendy Mustafa menyarankan pemilik rajin berpromosi melalui brosur yang di fotokopi dan disebar di tempat ramai. Selain itu tempat yang strategis wajib diperhatikan.

Analisis Usaha Bakso Bagi Pemula

1. Investasi

Gerobak  : Rp. 2.500.000
Sewa Tempat  : Rp. 4.000.000
Kompor dan Tabung gas  : Rp. 1.300.000
Perlengkapan Makanan  : Rp. 7.00.000
Lemari Pendingin  : Rp. 1.000.000
Total Investasi  : Rp. 9.500.000

2. Biaya Operacional

Daging 4 x 70 ribu x 30  : Rp. 8.400.000
Gaji Karyawan  : Rp. 1.000.000
Kompor dan Tabung gas  : Rp. 250.000
Total Biaya Operacional   : Rp. 9.650.000

3. Pendapatan

Bakso 50 mangkuk x 8000 x 30  : Rp. 12.000.000
Air mineral 24 x 500 x 30 (Asumsi yang minum hanya 24 orang)  : Rp. 360.000
Minuman teh dalam botol  (24 x 3000 x 30)  : Rp. 2.160.000
Kerupuk (50 x 1.000 x 30)  : Rp. 1.500.000
Total Pendapatan  : Rp. 16.020.000
Laba : Rp. 16.020.000 – Rp. 9.650.000  : Rp. 6.370.000

Bila setiap bulan menyisihkan Rp. 3 Juta untuk pengembalian investasi, dalam waktu tiga sampai empat bulan modal usaha bakso tersebut sudah kembali.