Categories : Peluang Bisnis

 

usaha baksoJAKARTA – Usaha bakso memang telah dikenal dimasyarakat. Tempat penjualannya pun tersebar seantero negeri ini dengan beragam wujud, mulai menggunakan gerobak keliling, gerobak sepeda atau sepeda motor, warung kaki lima, hingga restoran elite.

Meski begitu, sejumlah kalangan menilai potensi pasar bisnis bakso ini masih terbuka lebar. Setidaknya itulah keyakinan Mujiyanto, Ketua Persatuan Pedagang Mie ayam dan Bakso Jabodetabek. “Pasarnya masih sangat besar. Kalau ada (pengusaha yang tutup), itu kan wajar ada beberapa penyebab, “ tuturnya saat dihubungi kemaren.

Senada dengan Mujiyanto, Nunik Tri Wahyuni menyebutkan pasar makanan ini tidak akan jenuh seperti makanan musiman.

“Sehingga meski penjual bakso terus bertambah, bukan berarti pasarnya habis,” ujar pemilik beberapa gerai bakso di jakarta, serpong, dan cilegon itu lepada detik akhir pekan lalu.

Pernyataan serupa diungkapkan oleh Hendry Mustofa. Pemilik jeringan waralaba bakso lga sapi Surabaya saat dihubungi. Menurut dia, peluang usaha gerai bakso masih menjanjikan. “bahkan banyak pengusaha bakso yang berkembang dan membuka kesempatan kemitraan,” ujarnya.

Hendí pun menyodorkan bukti usaha yang dijalankannya, sementara pada 2011 mitra usaha baru 38 unit, pada akhir tahun lalu sudah mencapai 80 unit. “rata-rata memiliki kinerja penjualan yang bagus,” tuturnya.

Kini mitra bakso lga tersebar hingga Medan, bangka, lampung, Palembang, pekanbaru, jakarta, bogor serta yogyakarta. Bahkan peminat waralaba dengan tiga pilihan investasi, yaitu paket Rp. 45 juta paket Rp. 75 Juta dan paket Rp. 95 juta itu terus mengalir.

“Beberapa permintaan untuk bermitra telah kami proses” ujarnya.

Baik Hendi Maupun Nunik mengatakan potensi pasar masih terbuka lebar karena setidaknya ada tiga alasan. Pertama, membaiknya ekonomi masyarakat sehingga selera konsumsi, terutama pemenuhan kebutuhan protein, terus meningkat. “Membaiknya ekonomi mendorong konsumsi masyarakat,” ujar Nunik.

Kedua, mengutip data dari badan pusat statistika, nunik menyebutkan tingkat konsumsi daging orang indonesia masih rendah, yaitu sekitar 7 Kg per orang setiap tahun. “padahal malaysia sudah 47-48 Kg dan singapura 61-62 Kg,” ujarnya.

Ketiga, saat ini kesadaran masyarakat mengkonsumsi daging terus tumbuh guna memenuhi kebutuhan Gizi. Sementara itu, penyajian yang paling banyak disukai adalah bakso.

Menurut nunik, penyajian makanan dari daging yang paling banyak mengundang selera adalah bakso. “Steak atau beef burger, bagi masyarakat umum, kurang menarik selain itu harganya mahal,” kata dia.

Meski begitu menurut nunik dan mujiyanto, memulai bisnis ini tidak sulit bahkan modalnya pun tak besar, dan masa kembali investasi juga relative singkat. “Tapi kualitas cita rasa, tempat yang strategis dan rajin promosi harus dijaga.” Kata Mujiyanto.

Inovasi Menjadi Kunci

Menurut nunik dan Mujiyanto, bagi pedagang usaha bakso atau apapun, inovasi menjadi kunci keberhasilan. inovasi bukan hanya strategi promosi, tapi juga dalam penyajian dan keberagaman menu. “Misalnya, bentuk bakso yang dibuat kotak, gepeng, dan sebagainya, “ujar nunik. Begitupun  dengan cita rasa. Agar menarik selera dan minat pembeli, bakso bisa dinamai dengan bakso isi jenis isian yang dibuat sendiri. Misalnya isi keju, gading giling, serbuk daging ayam, isi sayur, dan sebaginya, “Tapi dengan harga berbeda,” tuturnya.

Sedangkan Hendy Mustafa menyarankan pemilik rajin berpromosi melalui brosur yang di fotokopi dan disebar di tempat ramai. Selain itu tempat yang strategis wajib diperhatikan.

Analisis Usaha Bakso Bagi Pemula

1. Investasi

Gerobak  : Rp. 2.500.000
Sewa Tempat  : Rp. 4.000.000
Kompor dan Tabung gas  : Rp. 1.300.000
Perlengkapan Makanan  : Rp. 7.00.000
Lemari Pendingin  : Rp. 1.000.000
Total Investasi  : Rp. 9.500.000

2. Biaya Operacional

Daging 4 x 70 ribu x 30  : Rp. 8.400.000
Gaji Karyawan  : Rp. 1.000.000
Kompor dan Tabung gas  : Rp. 250.000
Total Biaya Operacional   : Rp. 9.650.000

3. Pendapatan

Bakso 50 mangkuk x 8000 x 30  : Rp. 12.000.000
Air mineral 24 x 500 x 30 (Asumsi yang minum hanya 24 orang)  : Rp. 360.000
Minuman teh dalam botol  (24 x 3000 x 30)  : Rp. 2.160.000
Kerupuk (50 x 1.000 x 30)  : Rp. 1.500.000
Total Pendapatan  : Rp. 16.020.000
Laba : Rp. 16.020.000 – Rp. 9.650.000  : Rp. 6.370.000

Bila setiap bulan menyisihkan Rp. 3 Juta untuk pengembalian investasi, dalam waktu tiga sampai empat bulan modal usaha bakso tersebut sudah kembali.


Tags :

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked by *.